Tulisan yang mempunyai pengait kata ‘kesedihan’

2 September 2010

Rindu dalam sepi

oleh Anef Cinta

anef cinta Alda
aku hanya seoang insan kecil yang tak berdaya
hanya mampu memeluk erat keindahan dalam kenangan
yang penah trjalin diantara kita..tapi kini sudah berbeda
terlarang sudah rinduku padamu..
kamu t’lah memiliki seseoang yang jauh lebih baik dariku..
mski aku terus memikirkanmu..
dalam kesendirian ku,ku coba mencari pelarian ku..
semakin qu jauh berlari.. semakin aqu teringat pada mu..
ingin qu ulangi lagi ucap kita yang pernah terucap antra kita dulu..
tapi itu tak kan mungkin.. karena kamu t’lah milik hati yang lain..
meski aqu slalu mnyayangimu,

di malam sunyi ini ku ta bs memejamkan mataku
dalam fikiranku
teringat wajahmu yang lembut
teringat dimana kita pertama kali bertemu
petemuan itu yang petama kali dan yang terakhir
malam ini pun aku mengenang hari itu
dimana aku bisa mengerti dan dimengerti
ku ta bisa melupakaan smua itu
dimalam ini aku berharap esok hari
kita akan bertemu lagi..

Saat aku terlelap dalam keletihanku
Ku pejamkan mata..
Saat ku menelusuri detak jantungku
Ku merenung..
Betapa banyak dosa-dosa
Yang menggores kehidupan
Betapa manusia mengelak
Kehidupan yang nista
Ku pejamkan mata..
Di saat ku sadar..
Bahwa hidup sangatlah singkat
Goresan kehidupan nista
Ku merenung..
Menyesali segala ketidak puasan
Menyesali perbuatan nista
Dan akan memperbaiki penyesalan

Kaitkata: , ,
1 September 2010

Rasa itu tetap ada

oleh Anef Cinta

anef cinta
Hati yang pernah singgah
Rasa cinta yang dulu pernah ada
Mungkin takkan bisa hilang
Hingga terkubur jauh direlung jiwa
Rasa sakit inipun takkan pernah mati
Karna kalian tega mengkhianati
Kasih yang slama ini aku beri
Bahkan oleh kakakku sendiri
Mulai kini putus sudah ikatan kita
Takkan lagi ada rangkaian cerita
Terbersik diri ini ‘tuk melihat wajahmu kini tak pernah ada
Karna kalian tlah tega
Menusukku dari belakang hingga tembus tepat didada
Tuhan! Semoga apa yang kurasa mereka juga merasakannya
Lebih dari sakit yang kurasa
Karena mereka tega menyakiti hatiku seperti ini
Luka yang mereka ukir
Tlah menggores luka dihidupku slama ini

Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak saya mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia
Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Melawan badai tadi siang
Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dihati yang tersayat oleh rasa
Melawan benci diruang cinta
Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati

Kaitkata: , ,
30 Agustus 2010

Hanya sebait pilu

oleh Anef Cinta

anef cinta
Tersungkur dalam senyapnya waktu…
Merasakan hampanya ruang kosong dalam hatiku…
Dulu tempat itu kupersembahkan untukmu…
Sekarang kau tinggalkan, hanya tersisa sebait pilu…
Entah apa kau rasakan hal yang sama…
Kuharap kau begitu juga…
Walau sblmnya tak pernah kau anggap aku ada…
Namun rasakanlah ketiadaanku yg sebenarnya…
Terasakah bedanya?!?!
Adakah rindu itu sedikit tersisa?!?
Ini yang kau inginkan bukan?!?!
Sekarang coba kau rasakan!
Waktu kemarin kuanggap hanya sebuah fatamorgana…
Mimpi panjang yang indah, saat kita habiskan waktu bersama…
Dan aku bagai seorang yang terbangun dari mimpi itu…
Tak akan bisa kuulang walau aku mau…
Aku tipe manusia yang tak akan berbalik ke belakang…
Yang sudah terjadi, akan kutinggalkan sebagai kenangan…
Aku tak ingin terpuruk untuk kedua kalinya…
Bisa dibilang, aku trauma…
Namun aku gadis yang kuat, cukup kuat untuk bangkit sendiri…
Akan kumulai hari baru dengan senyumku seperti biasa…
Sembari menunggu cinta kembali menghampiri…
Aku akan coba merubah rasa sakit ini menjadi suka cita…

29 Agustus 2010

Apalah aku ini?

oleh Anef Cinta

anef cinta ilen leni
ku tak mengira jika cintaku padanya bertepuk sebelah tangan, hingga aku pun harus menyadari bahwa dirinya yang dia cintai lebih dari diriku….
apalah aku ini, hanya manusia biasa yang tak memiliku kesempurnaan, apalah aku ini, hanya berusaha untuk mendapatkan cintamu, karena memang aku sangat mencintaimu,
karena itu aku beranikan diri untuk bilang kalau aku cinta padamu, dan itu adalah kejujuranku…namun cintaku harus kandas dan tragis, karena kau lebih memilih dia yang aku kira memang lebih baik dari diriku, kau memang tak salah memilih, seharusnya pula kau memilih dia untuk dirimu
aku adalah aku, yang sebegini, tak lebih hanya pecundang, berani mengutarakan maksud hati yang tak semestinya, karena tentunya, kau menginginkan dan memilih yang terbaik.
aku menyadari sepenuhnya, cintaku hanya bagian kisah kecil dari hidupmu, yang tak berarti bila kau bandingkan dengan dirinya,. aku tetaplah aku, dengan sekecil cintaku,..
kau memang tampak bahagia dengan dirinya, tersenyum di sebagian kesedihanku, tertawa, di sisi tangisku, aku tak berdaya, akan cinta besar kalian berdua, karena itu, cintaku tak menyala di hatimu…
jagankan kau pandang, untuk sekedar kau lirik pun tak lah…
aku menyadari itu, karena itu izinkan aku pergi darimu, membawa luka parah hatiku, terjerembab, ketidak berdayaanku, karena aku mengharap cintamu,
kusadari, kepergianku tak berarti, namun doaku, sangatlah kau harapkan,.. selamat berbahagia, karena kau bagian dari hidupku

22 Agustus 2010

Mencari bayang kepastian

oleh Anef Cinta

anef cinta Rani
Bisikan suara hatimu usik batinku
Menari makna yang tersirat diam dimatamu
Senyummu membawaku mengelana di padang keinginan jiwa
Terdampar aku dipantai bernama cinta
Aku bukanlah suara dari sang pecinta
Tiada rumusan kata yang terungkapkan
Karna aku masih mencari bayang kepastian

Aku adalah binatang kesepian
Yang mencari makna terlahirkan
Aku adalah jiwa dari kata makian
Ungkapan segala kebencian
Mata hatiku adalah kematian
Membayang dibelakang ketidakpuasan
Lidahku bukanlah ungkapan kata rayuan
Aku binatang kesepian dalam kesendirian…..
Merataplah wahai betinaku
Air matamu tuak yang memabukkanku
Luka hatimu piala kemenanganku
Aku binatang kesepian yang menantang duniamu
Hujatlah sukmaku…..
Rajamlah jiwaku……
Bunuhlah hatiku…….
Tapi kau takkan mampu melukai EGOku……
Hatiku sebongkah salju kebekuan
Takkan meleleh oleh panasnya betina
Benakku adalah kegelapan
Tertawa saat kau terluka
Aku binatang kesepian mencari kesendirian

Kaitkata: ,
22 Agustus 2010

Mencari bayang kepastian

oleh Anef Cinta

anef cinta Rani
Bisikan suara hatimu usik batinku
Menari makna yang tersirat diam dimatamu
Senyummu membawaku mengelana di padang keinginan jiwa
Terdampar aku dipantai bernama cinta
Aku bukanlah suara dari sang pecinta
Tiada rumusan kata yang terungkapkan
Karna aku masih mencari bayang kepastian

Aku adalah binatang kesepian
Yang mencari makna terlahirkan
Aku adalah jiwa dari kata makian
Ungkapan segala kebencian
Mata hatiku adalah kematian
Membayang dibelakang ketidakpuasan
Lidahku bukanlah ungkapan kata rayuan
Aku binatang kesepian dalam kesendirian…..
Merataplah wahai betinaku
Air matamu tuak yang memabukkanku
Luka hatimu piala kemenanganku
Aku binatang kesepian yang menantang duniamu
Hujatlah sukmaku…..
Rajamlah jiwaku……
Bunuhlah hatiku…….
Tapi kau takkan mampu melukai EGOku……
Hatiku sebongkah salju kebekuan
Takkan meleleh oleh panasnya betina
Benakku adalah kegelapan
Tertawa saat kau terluka
Aku binatang kesepian mencari kesendirian

Kaitkata: ,
20 Agustus 2010

Puisi bebas

oleh Anef Cinta

anef cinta Ghun
aku hidup di alam bebas..
bebas melakukan semua hal yang aku suka..
bebas memiliki yang aku mau..
bebas bukan berarti bahagia selalu..
riang aku selalu
berlari ke sana kemari
berjalan ke setiap sudut yang indah
bermain di dalam keceriaan
tapi aku sendiri
dan kini aku jenuh
tak ada tempat untuk aku berbagi
ingin ku berlari dari tempat yang indah ini
ya,, aku akan berlari
berlari dan terus berlari
berlari meninggalkan semua yang kurasa salah
berlari hingga aku telah menemukan
dan kini aku lelah
tapi, aku akan terus berlari
hingga suatu saat ada yang menangkap ku
dan mengurung ku dalam bahagia..


bagai membeli kucing dalam karung
tak tau bagai mana kondisi si kucing
begitulah yang terjadi
aku tak tau bagaimana sebenarnya
kucoba untuk tau apa isi karung itu
helai demi helai benang ku renggang kan
ku bawa karung itu di bawah matahari
semata mata hanya ingin tau apa di dalamnya
sampai kini aku tak tau apa itu
aku hanya mendengar suaranya
aku hanya tau dari bayangannya
tapi aku brani untuk membelinya
tapi kini aku jenuh
aku muak dengan teka teki ini
aku lelah..
dan aku akhirnya membuang karung, sbelum membukanya..



sekali lagi aku bertanya..
apa itu bungsu??
adakah guna si bungsu??
adakah perasaan si bungsu??
mungkin orang bilang
anak pertama sabar banget untuk menghadapi si bungsu..
tapi adakah yang tau perasaan si bungsu
dia yang lebih sabar dari kakak nya,
dia yang selalu menuruti apa yang di perintah
dia yang selalu melayani apa yang di minta
dia pun yang slalu mengalah ketika harus menerima barang sisa dari kakaknya
dia jugalah yang harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya sudah renta..
mungkin orang bilang
anak pertama paling banyak berfikir untuk keluarganya
tapi adakah yang tau pikiran si bunngsu
dia yang lebih berfikir panjang dari kakaknya
dia yang slalu berfikir ketika mendapat tugas dari orang tua
dia yang selalu berfikir kapan dia bisa di hargai
dia yang selalu berfikir kapan pendapat dia bisa di terima
dia yang selalu berfikir kapan dia bisa dibilang dewasa
mungkin orang bilang
anak bungsu itu anak yang paling manja
tapi adakah yang tau saat dia sendiri
saat dia tak tau akan pergi ke siapa ketika sedih?
saat dia tak tau kepada siapa dia bercerita?
saat dia tak tau akan berbuat apa untuk hidupnya..
dia seorang yang sangat mandiri
bisa melakukan apa yang seniornya tak bisa lakukan
dia yang selalu mengalah saat kehendaknya tertunda
dia selalu dituntut untuk lebih berhasil
dia yang sering di salahkan
tapi dia juga yang slalu di manfaatkan..
taukah kalian ketika batin ini menangis..
adakah yang tau ketika hati ini bersedih..?
adakah yang tau ketika pikiranku ini lelah..?
adakah yang tau ketika tubuh ini tak mampu lagi menuruti permintaan..?
adakah yang tau aku butuh kasih sayang..?
adakah yang tau aku butuh kelembutan..?
adakah yang bisa menyeka air mata ini..?
mereka hanya tau aku ini bungsu

punyakah kau sebuah nama?
bisakah kau sendiri?
bisakah kau tak menyebutnama ku?
bisakah kau tak merepotkan ku?
sebenarnya yang kau harapkan itu sama dengan ku
kau hanya tak ingin seseorang mengganggumu
kau butuh ruang untuk sendiri
kau butuh kawan, namun tak merepotkan
aku tau kau sebenarnya berbohong
alasan yang sangat menyebalkan
dan selalu melimpahkan semua pada ku
kenapa kau tega padaku
kau teman atau hanya teman
teman yang hanya ingin senang bersama
teman yang tempat berbagi duka
dan teman yang bisa kau manfaatkan
trima kasih kawan,
kau telah menyadarkan ku
betapa liciknya dirimu
yang hanya ingin membuat dirimu tersenyum, sendiri..

selama ini aku slalu merasakan
rasa yang slalu sama
datang dan pergi
tak ada yang pasti
ingin rasanya aku memiliki sebuah rasa
tanpa harus merasakan lara
tapi, itu tak ada
semua yang kurasa hampa
lebih baik aku tak memiliki semua rasa
jika akhir nya aku harus kehilangan semuanya
karena yag tersisa hanya lara

kurasa sangat sepi hidup ini
membuat lukisan senyum di wajahpun sangat sulit
hidup ku penuh bayangan
yang tak jelas apa dan siapa
semua hal ingin aku lakukan
agar aku sadar,
agar aku mengerti
dan aku mendapatkan apa yg sesuai untuk ku
tak mungkin aku tersadar
jika aku tak menyadarkan diri aku
tak mungkin aku terbangun
jika aku slalu memejamkan mata
tak mungkin aku mengetahui semuanya
jika aku tak membukanya
dan tak mungkin aku dapatkan
jika aku tak mencoba untuk menerima

rumah tak bertuan
siapakah engkau?
pintu jendela usang
kemanakah perginya?
aku sepertinya salah memasuki
sebuah ruang baru nan usang
ruangan indah nan mempesona
namun, benda apakah itu?
seorang gadis yang menangis sedih
ku tanya dengan lirih
adakah yang membuatmu sedih di ruang seindah ini?
“KAU” jawabnya keras
aku tak menyadarinya
bahwa ruang itu telah ada yang menghuninya dari lama
ruang indah yang ku fikir hampa
ternyata ada yang menghuninya
aku bergegas lari meninggalkan ruang itu
namun, hingga kini aku masih tersesat di rumah indah ini
tersesat karena ku salah memasuki
memasuki hati seorang pria yang sangat indah.

Kaitkata: , ,
15 Agustus 2010

Luka rinduku

oleh Anef Cinta

anef cinta elaSelaksa penderitaan tak bertepi
kala arungi lautan cintamu…
Kemana pun kau kembarakan hatimu
tak gentarkan jiwaku tuk menepikanmu…
Bias…harapku menggantung….
kusadari warna diri memang berbeda,
namun ku tak dapat menutupi celah hasrat hati….kan terus ku coba raih jalinan ini.

Luka bkn brarti duka…
Tapi duka pasti kan membawa luka…
Cinta tak akan membuat kita terluka…
Tapi luka akan membawa kita pada cinta dalam duka…

Dalam setiap kehinangan hati
Hamba rindu dengan kasihmu
Hamba rindu dengan rengkuhan kasih-Mu
Lama hamba ini terbuai dengan kilaunya dunia-Mu
Dengan indahnya sajian yang semu
Robbi……….
Tuntun hamba tuk kembali pada-Mu
Bimbing hamba tuk bisa selalu sujud dikaki-Mu
Hamba ingin meraih bahagia menyembah-Mu
Hamba rindu saat saat bisa bersua dengan-Mu
Jemput hamba kembali
Kembali ke buaian Dzikir malam-Mu
Kembali ke nikmatnya melantunkan surat cinta-Mu pada hamba
Kembali dalam kenikmatan memuji,menyembah dan memuliakan-Mu
AMIN

malam yang dingin kulihati langit
ribuan bintang bertabur menghiasi langit
dari ribuan itu hanya satu yang terang
ku ingin meraih dan menggapaimu
tapi aku tak mampu…..
ku hanya bisa melihat indah cahayamu
yang begitu terang menyinari bumi.
begitu juga hatiku
dari sekian banyak teman cewek
kaulah yang paling pancarkan aura keindahan
tapiku tak bisa dan tak bisa
ku hanya bisa melihatmu
dan tebarkan senyum indahmu
yang mampu berikan nafas kehidupan
yang ada di sekitarmu
dan ku hanya bisa melihatmu tersenyum bersamanya

30 Juli 2010

Terlalu indah untuk dilupakan

oleh Anef Cinta

anef cinta
Tuhan…
dia terlalu indah tuk dilupakan…
terlalu sedih jika dikenang…
betapa hatiku bersedih…
mengenang semua yang berasal darinya…
Tuhan…
masih membekas bayangan akan dirinya…
yang telah mengisi relung hatiku…
disetiap sapaannya… serta disetiap kata-katanya…
mengandung keceriaannya…
Tuhan…
hamba memang lemah…
tapi mengapa dia memberikanku harapan?
seraya harapannya aku pun langsung melayang…
langksana burung yang bebas kemana-mana…
Tuhan…
kini ku telah jatuh dari langit dan hancurberkeping-keping…
tertembak oleh peluru yang tepat pada bagian sayapku…
sekarang aku pun tau… harapan itu palsu…
sayapku pun sudah rapuh dan tak bisa terbang kembali…
Tuhan…
andaikan hamba boleh memilih…
hamba kan memilih menjadi bagian dari lautan-Mu…
karena sekalinya ternodai…
ia kan cepat kembali bersih dan tertata seperti semula…
Tuhan…
apabila ini sudah menjadi takdir hamba…
hamba harap agar Engkau membimbingku pada jalan yang benar…
jangan Kau sesatkan hamba karena kegagalan seperti ini…
hamba yakin dengan kegagalan ini… agar hamba menjadi lebih beriman pada-Mu…

28 Juli 2010

Tanpa ada penyesalan

oleh Anef Cinta

anef cinta Neng
Hari mulai malam ketika aku berada di sebuah taman. Aku termenung, berfikir mengharap datangnya suatu anugerah buatku. Ketika aku mencoba menutup mata yang aku lihat adalah sesuatu yang aku damba selama ini, yaitu seorang kekasih. Namun saat aku mencoba membuka mata hatiku terasa sakit, pedih, dan pahit. Ketika aku membayangkan perlakuannya terhadapku. Tak kusangkang wanita yang begitu aku sayangi pergi meninggalkan aku begitu saja. Tanpa ada suatu penyesalan apapun. Oh kejamnya, namun aku hanya bisa menghela nafas panjang, mengiklaskan dia. Mungkin itu adalah yang terbaik buat dia. Akupun bangkit dari tempatku berada, berjalan menyusuri taman. Yang kulihat hanya hamparan rumput yang hijau, yang disinari cahaya bulan dan bintang. Namun tiba -tiba hatiku teringat dia, dia, dan dia. Oh… betapa hancurnya hatiku. Aku jatuh tersungkur, menangis meratapi nasibku. Oh tuhan… ringankanlah penderitaan hambamu ini.
Aku terduduk kembali, mencoba menenangkan hati ini. Terus kucoba dan mencoba. Namun aku tak kuat lagi, pikiranku ingin bunuh diri untuk mengakhiri semua penderitaan ini. Namun hatiku berkata agar tetap tabah. menerima semua cobaan ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.