~: Remaja, Entah siapa yang memulainya

oleh Anef Cinta

~: Remaja, Entah siapa yang memulainya
~: Kamukah remaja? Kamukah mahluk yang selalu pingin yang asyik-asyik, pingin mencoba tantangan baru, dan selalu penasaran? Kamukah orang yang kadangkala ingin memberontak? Kamu jugakah orang yang tiba-tiba saja jadi gampang putus asa dan bersedih? Kamu jugakah orang yang selalu berpikir kalau surga hanya untuk orang tua?
Kalau hampir semua jawabannya adalah "ya", maka kamu emang remaja. Saya juga masih remaja yang beranjak, saya melihat di antara kamu, para remaja. Ada yang kesulitan mencari tujuan hidup, bingung membuat pilihan dan mudah putua asa. Kita sebagai remaja harus berjalan menuju pilihan yang benar, dan melihat dengan jelas tujuan hidup kita, remaja harus setegar batu karang yang tahan terpaan gelombang lautan.
Batu karang tumbuh di samudra dan mejadi kuat atas kemauannya sendiri. Kamu pun bisa jadi seorang remaja yang selalu positif melihat kehidupan, cinta pada sesama, patuh pada orang tua, menghargai orang lain, kuat, serta yang paling penting-istiqomah dalam beragama. Setiap saat kita bisa meniti jalan menuju surga. Waktu kita mengerjakan satu aktivitas yang berpahala, diridhai Allah, kita udah mendekati surga. Saat kamu khusyu dalam shalat, mengakui kesalahanmu dan meminta maaf, menghargai orang lain, dan mengerjakan amal saleh lainnya, maka kita mencatatkan diri sebagai calon penghuni surge. Tentu saja, itu semua perlu kerja ikhlas, keras, dan cerdas. Percayalah bahwa Allah sangat cinta pada remaja yang tekun beribadah dan bersemangat dalam meniti jalan menuju surga.
Acapkali kita memandang sebelah mata terhadap berbagai persoalan remaja. Adakalannya kita mengabaikan masalah yang mereka hadapi. Sikap seperti ini malah kontraproduktif, dan membuat ramaja memiliki alas an buat menjalani hidup sejauh yang disuka. Mau begini kek, mau begitu kek, ngak jadi soal. Yang penting, "asyik-asyik aja". Apalagi gak ada yang ngelarang. Waduh bisa gawat tuh…!
Terus lagi, pandangan yang mengangap bahwa masa remaja adalah masa suka-suka, udah kadung jadi opini umum. Entah siapa yang memulainya, yang pasti banyak remaja yang mengamalkan falsafah tersebut. Ada sebuah semboyan bernada canda pernah saya dengar, "Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surge. "Semboyan tersebut ideal banget tapi salah. Kok bisa salah?
Begini, paling ngak yang bikin semboyan punya keinginan untuk hidup sempurna. Sebuah cita-cita yang mulia tentunya. Tapi, untuk mencapai kebahagaiaan juga butuh usaha kan? Bukankah keberhasilan itu nggak lahir dari prinsip mantra tukang sulap, sim salabin. Hidup ini penuh dengan dinamika kan? Rasanya, kalo remaja nggak punya tanggung jawab dalam kehidupan ini, juga bias tambah bikin masalah. Iya kan…
Ada beberapa cirri khas remaja.
Pertama, remaja seringkali nggak bias mengendalikan emosi. Ini benar. Coba deh lihat, mereka yang tawuran kadang dipicu masalah yang sepela aja. Salah-salah, urusannya bias langsung "tahlilan".
Kedua, sahabat adalah segalanya. Ini bias kita pahami, sebab, remaja sangat memperhatikan apakah dirinya dapat diterima oleh teman-teman sebayanya atau ngak. Jadi jangan terlalu heran kalau ada remaja yang ngerasa terhina kalo ditolak gabung dengan teman mainnya. Ketiga, alergi dengan orang tua. Banyak teman remaja yang ngerasa kalo dekat dengan ortu justru seperti bayi dan ketergantungan. Itu sebabnya, "mandat" remaja mengatakan : tidak! Waduh…! Keempat, remaja suka nggak peduli. Lihat deh teman remaja. Mereka sangat ahli dalam membiarkan kamarnya berantakan, tiduran di tempat tidur sepanjang hari, mendengarkan musik, nonton televisi, dan nggak mengerjakan apa-apa.
Kiriman Dari: +6281909771707
~:
Category: tips cinta,
~: Dont forget add to bookmark and share this: www.ae.nu.mu

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: