~: Termangu dalam dingin

oleh Anef Cinta

~: Termangu dalam dingin
~: Senja telah bersambut, penangkap cahaya malam
Wadah bersua, ribuan teriakan batin meraung-raung
Meneriak kegelapan, mencibir kesunyian
Roh larut dalam kumpulan buku, yang hanya ajarkan tentang kehampaan
Rangkaian kalimat siksa, hati temaram sepi
Aku berayun dalam terawang
Kularikan pikiranku dalam gua, merayap menjelajahi
Termangu dalam dingin, berselimut tetes embun
Terus merayap hingga manjelma pagi, saat celah mentari merambati
Lalu aku berlari lagi mencari pintu keluar gua, kudapati
Belum kuerati jawaban, masih mencari sesuatu
Mencari kekasihku, pada deretan bumi, pada lukisan langit, entah…..
Asa menyeruak sebongkah batu, lelah dan terisak
Marah menggeliat, rindu bergemeletup
Terus mengembara di ladang panjang, dengan musim
Tak lagi menuduh Tuhan, pemisah dengan kekasihku
Tak lagi mengutuk alam, menggulung tubuh kekasihku
Melangkah sepanjang tanah rantau, demi rindu pada kekasihku.
Kiriman Dari: Sri Hidayati
~: +6281323775636
Category: puisi cinta,
~: Dont forget add to bookmark and share this: www.ae.nu.mu

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: