~: Berharap ini penting!

oleh Anef Cinta

~: Berharap ini penting!
~: Musuh dari harapan adalah berputusasa. Tetapi musuh yang lebih jahat lagi adalah harapan palsu. Yakni harapan yang hanya rekaan belaka. Jika anda mencintai gadis dan belum mendapatkan jawaban berbalasnya cinta, keadaan tenggang waktu itu masih dapat disebut jangka waktu berharap. Beharap ini penting, agar motor harapan berputar terus. Sementara menunggu balasan cinta, berhati-hatilah terhadap terpeliharanya harapan itu. Sebab, harapan ini bisa jadi hancur berkeping-keping apabila ada seseorang yang anda mintai pendapat. Anda ragu atas harapan, masihlah wajar. Tetapi gara-gara ragu lalu anda berkonsultasi dengan teman, ini bahaya! Mengapa? Kawan ini bisa saja memberikan fatamorgana untuk anda, sehingga anda membayangkan yang bukan-bukan. Melebihi target yang nyata. Lalu anda GR (Gede Rasa) terlalu besar harap sehingga kalau harap membesar motor harapan pun berbunyi nyaring.
Sedangkan bunyinya tidak harus senyaring itu. Akibatnya anda diusik terus dengan harapan yang sudah terlalu membesar menjadi gombal. Akhirnya anda kecewa sebab sikap berlebihan anda menanti jawab itu membuat sang gadis menolak cinta anda. Anda sendiri yang rugi.
Jika tidak mau rugi, apakah harapan itu wajib mengikis fatamorgana? Memang seharusnya begitu. Harapan itu tulus dan jujur. Sedangkan fatamorgana adalah penipu. Betapa ruginya anda apabila ketulusan serta kejujuran anda terkena polusi tipuan, yakni fatamorgana itu?
Hidup ini gudangnya berbagai harapan. Tetapi kendati segudang harapan menjanjikan sesuatu kepada anda, tetap saja anda sendiri yang wajib kritis. Berhati-hatilah menyeleksi banyaknya harapan itu. Sebab, sekali harapan sudah merujuk ke sanubari anda, anda wajib memperjuangkannya, Tidak boleh orang melihat harapan itu lantas tidur terlena. Harapan itu tidak pernah datang sendiri. Harapan hanya mau jadi bagian hidup anda, apabila anda memperjuangkannya menjadi sebuah kenyataan.
Apakah harapan kelak bisa membuat kita sedih? Tentu saja bisa. Bila kita ingin memperoleh sesuatu namun tetap gagal, maka anda jangan menangisi terus kegagalan itu. Ciptakan harapan yang baru. Sebab rahasia hidup ini adalah terpegangnya terus harapan! Dan jangan lepaskan harapan, gara-gara harapan yang sudah gagal. Peganglah terus sikap berharap atas harapan yang masuk akal. Seorang pujangga terkenal Kahlil Gibran berkata, "Jangan melepaskan harapan lantas berputus asa karena yang engkau dambakan sudah terlewatkan. Anda akan menjadi lemah apabila menangisi sesuatu yang tidak dapat anda peroleh kembali".
Pujangga yang juga dianggap filsuf modern ini benar sekali. Ia menganjurkan agar manusia tidak boleh melepaskan sikap berharap, wawasan harapan, atau berjiwa pesimis dengan berputus asa. Harapan itu sendiri pasti membuat hidup ini rasanya menjadi tenteram. Beda dengan lawan harapan, yakni jiwa putus asa. Putus asa membuat orang berjiwa dangkal dan mudah menyerah.
Semoga anda termasuk orang yang masih punya harap dan mempercayai harapan, sejauh harapan itu tidak tergelincir pada kesejukan dusta fatamorgana.
Kiriman Dari: Karma Wungkul (Unang)
~: karma.wungkul@yahoo.co.id
Category: tips cinta,
~:

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: