~: Memilih Pasangan

oleh Anef Cinta

~: Memilih Pasangan
~: Islam memberikan kebebasan bagi wanita untuk menentukan pasangan dan teman hidupnya. Dia tidak boleh dipaksa untuk menikah dengan orang yang tidak ia senangi, maka wali boleh menolak pernikahannya.
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rosulullah SAW bersabda,
"Janganlah kalian nikahkan wanita janda, hingga di minta pendapatnya, dan janganlah kalian nikahkan anak perawan, hingga kalian minta izinnya. Mereka bertanya: Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah SAW menjawab, "izinnya wanita perawan adalah diamnya."(HR. Bukhari dan Muslim).
Khansa Binti Khudam al-Anshariyah menceritakan bahwa ayahnya menikahkannya, padahal dia adalah seorang janda. Namun dia enggan, lalu ia datang menemui Nabi SAW, maka beliau pun membatalkan pernikahannya. (HR. Bukhari).
Ibnu Abbas ra menceritakan, ada seorang wanita perawan datang menemui Nabi SAW sambil menceritakannya bahwa ayahnya telah menikahkannya dengan seorang laki-laki yang tidak ia sukai, maka Rasulullah membebaskannya untuk memilih apakah ia akan tetap bersama suaminya atau memilih minta diceraikan. (HR.Abu Dawud).
Hadist dan Atsar yang berhubungan dengan masalah ini cukup banyak, semuanya menjelaskan bahwa seorang wanita tidak boleh dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak ia senangi, apakah dia perawan atau janda, tak ada perbedaan antara gadis atau janda.
Tujuannya adalah untuk menjaga hak-hak dan kehormatan wanita, mempriotaskan kelanggengan keluarganya dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Apa yang dapat diharapkan, bila ia menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, dan apa yang akan dia dambakan, ketika menikah dengan laki-laki yang tidak ia sayangi. Apakah dia akan dapat mewujudkan kebahagian? Oleh karenanya, Islam mengharuskan para ayah untuk tidak menikahkan puteri mereka tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu.
Perbedaan dalam hadist diatas tentang wanita perawan (ditanya, setuju atau tidak) dan janda (dimintai pendapatnya), ini bukanlah perbedaan yang mendasar, karena keduanya mesti dimintai persetujuannya terlebih dahulu. Namun demikian, seorang perawan lebih pemalu, oleh karenanya, cukup dimintai persetujuannya (persetujuannya adalah diam) sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist. Sedangkan janda, tidak boleh dinikahkan, hingga dimintai pendapatnya, karena perasaan malunya lebih rendah ketimbang perawan. Boleh jadi dia sudah mempunyai anak, karena itu, dia tidak akan merasa malu untuk menentukan dan memilih pasangan, berbeda dengan perawan.
Jadi,meminta persetujuan wanita untuk dinikahkan adalah sesuatu yang wajib dan tidak boleh memaksa anak wanita untuk menikah dengan orang yang tidak dia senangi. Karena, pemaksaan seperti ini, tidak ada dalam ajaran Islam. Tidak dibenarkan seorang ayah dan ibu, salah seorang atau keduanya mengaku lebih memahami kemaslahatan anak wanitanya, sehingga terjadilah pemaksaan untuk menikah dengan orang yang tidak ia senangi. Ini adalah pelecehan terhadap hak-hak anak wanita dalam menentukan kebebasan memilih. Atau memaksanya untuk menerima dan menyetujui pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia senangi. Kalau hal seperti ini terjadi, maka anak perempuan itu boleh meminta perlindungan kepengadilan untuk membatalkan pernikahannya jika ia mau, sebagaimana yang dilakukan oleh Khansa binti Khudam pada zaman Rasulullah SAW.
Dengan dasar ini (kebebasan memilih), maka Islam telah lebih dahulu memuliakan wanita dengan memberikan hak untuk memilih pasangan tanpa harus memaksanya menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai. Padahal, aturan buatan manusia, tidak pernah memberikan hak-hak wanita yang sempurna seperti ini.
Ditulis Oleh: Budi Yanto
~: aecinta@yahoo.com
Kategori: tips cinta,
~: Dont forget add to bookmark and share this: www.ae.nu.mu

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: