~: Cinta, kepercayaan & keyakinan

oleh Anef Cinta

~: Cinta, kepercayaan & keyakinan
~: Mungkin membuat hati kecut, bahwa sebuah keyakinan ternyata bisa membuat orang jadi beringas, berani membunuh dan siap terbunuh. Tapi pada sisi lain, itu juga sebuah gambaran lugas, betapa perkasa apa yang disebut percaya.
Jika sudah percaya, maka tak ada lagi yang mustahil, semuanya menjadi mungkin saja. Sebenarnya, keyakinan juga sebuah ilmu pengetahuan, sains, hanya saja, cuma bisa dipahami dengan "logika" hati. Tersembunyi, sehingga pembuktian-pembuktian, tak selalu bisa menemukan tempatnya. Maka orang yang percaya, tak pernah membutuhkan penjelasan apapun, sebagaimana orang yang tak percaya, memang tak akan menerima penjelasan apapun.
Mengapa debat agama tak pernah berujung "manis", misalnya dua atau lebih pihak sampai pada sebuah pemahaman bersama, bersepakat tuntas. Yup, karena mereka memperdebatkan "ilmu pengetahuan" yang hanya bisa dipelajari dengan bahasa hati masing-masing itu. Ya, ngga nyambung!
Tak ada agama yang (sepenuhnya) logis, karena jika demikian, tak ada lagi tantangan hebat yang harus dilalui anak manusia untuk sampai kepada posisi "Percaya".
Jika ada agama yang sepenuhnya logis, maka seluruh umat manusia akan beragama tunggal, sebagaimana tunggalnya pemahaman keseluruhan kita bahwa bumi itu bulat.
Keyakinan adalah keberanian menjejakkan kaki, teguh menapak, meski kita tak pernah tahu di mana anak tangga itu akan berujung.
Impian juga datang dari keyakinan, bukan pengetahuan. Maka ia akan mati, layu, kuyu, jika ketakutanmu kau biarkan tumbuh melebihi keyakinanmu.
Sebutir bibit keyakinan, lebih berharga daripada sekeranjang buah kebahagiaan, karena bibit itu akan tetap tumbuh, meski gersang bumi membentang. Sementara sekeranjang buah kebahagiaan tadi, bisa serentak membusuk, hanya dengan satu sentakan derita.
————-
Tapi memadaikah bila kita berhenti pada percaya, sesuatu yang memungkinkan kita melakukan apa saja, termasuk membunuh dan siap terbunuh itu?
Itu dia persoalannya. Keyakinan, kepercayaan, telah memberi napas pada sejarah, telah memompa energi bagi pencapaian-pencapaian terbesar kemanusiaan. Tapi di sisi lain juga telah membuat manusia terjerumus pada permusuhan-permusuhan paling brutal.
Kita perlu satu lagi, cinta.
Cinta membuat segalanya menjadi mudah, tidak harus brutal, membuat tugas paling berat menjadi game paling mengasyikkan, membuat kehilangan besar menjadi penemuan paling dikenang.
Maka Tuhan bicara, tertulis abadi di kitab-kitab suci, meminta kita percaya pada-Nya. Namun dalam firman-firman-Nya yang tak tercatat, Dia juga menunggu kita jatuh cinta.
Cinta, membuat kita mempecayai-Nya dengan mudah, tanpa harus mencabut atau menyerahkan nyawa.
Jika bisa percaya dengan sayap-sayap cinta, mengapa harus beriman dalam genangan darah?
~:
Ditulis Oleh : Anef Cinta
Kategori : tentang cinta,
~:
~: more on www.ae.nu.mu :~

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: