~: Kisses, Chemistry & Sex?

oleh Anef Cinta

~: Kisses, Chemistry & Sex?
~: Kata kiss sudah awam memang. Dalam bahasa Indonesianya, ciumanatau berciuman (kata kerja – *uhm*). Ga ada salahnya kan? Kalau gw iseng mengungkapkan sedikit pemikiran gw tentang kata ini.
Ciuman itu adalah seni; Kenapa gw bilang ciuman itu adalah seni? Ciuman ada bermacam-macam tipe dan caranya (ga bakal dibahas, mending dilakukan sendiri!). Tempat dimana ciuman itu dibuat juga siapa yang mendaratkan ciuman itu akan menentukan rasa, yang kita juga sama-sama tahu kalau rasa itu juga bermacam-macam jenisnya. Rasa cemas, gelisah, panik, bahagia, sedih, marah, dan lain sebagainya. Yang gw maksud dengan tempat, adalah dimana ciuman itu mendarat. Apakah di pipi, di kening/jidat, di kepala, di mata, di hidung, di dagu, di telinga, di leher, atau di bagian mana pun dari tubuh.
Bahkan dunia maya pun bisa ber-emosi! a cyber kiss! Di jejaring tanpa ruang dan waktu (baca:internet) pun ada emoticon yang diciptakan khusus untuk menunjukkan ciuman. Bukankah emoticons ini ( :* ) bagi yang beberapa umat dunia maya yang rajin bermessenger ria, adalah sesuatu yang cukup sering digunakan (termasuk gw juga!) ?
Kalau kita buka pencarian gambar di google dan memasukkan kata kunci kiss kita akan menemukan sekitar 102,000,000gambar dengan berbagai macam ukuran dan jenis file. Itu belum terhitung dengan banyaknya halaman website yang menggunakan kata kiss atau kisses atau kissing, yang mungkin lebih dari 318,000,000 hasil pencarian.
Membedakan ciuman? Bisa gitu? Menurut pengalaman pribadi gw, dari ciuman-ciuman yang selama ini gw terima, gw bisa membedakan ciuman yang tulus tanpa nafsu, ciuman yang terpaksa diberikan, ciuman dengan nafsu (yang berlanjut ke kegiatan seksual), atau sekadar ciuman sekilas tanpa reaksi apa-apa. Ciuman dari anak-anak gw, ciuman dari keluarga, ciuman (istilah jaman sekarang cipika cipiki) dari teman-teman, ciuman dari lelaki yang gw sayang, semua beragam rasanya, dan berbeda setiap kalinya.
Kisses, Chemistry & Sex ?Setau gw, ciuman bisa memberikan banyak hal! Tapi yang pasti, bukan bayi. Orang tua jaman dulu pernah bilang begini, "Jangan ciuman dengan pacarmu kalau kalian belum nikah! kalau ciuman bisa hamil!" Yah, kalau dipikir-pikir secara logis, ada benarnya. Benar, karena jika ciuman antar lawan jenis, mungkin bisa terbawa nafsu *wow!!!* dan mungkin bisa berlanjut ke eksplorasi biologis (baca:seksual) yang lebih dalam.Kalau berurusan dengan lawan jenis, berciuman tanpa chemistry (baca:reaksi kimia ; istilah untuk menyebutkan rasa yang timbul) akan terasa aneh jika berlanjut ke kegiatan seksual. Sexual intercourse akan lebih nikmat kalau chemistry-nya itu ada. Atau bisa dibilang ada 'click' nya. Foreplay penuh dengan berciuman, jeda senggama diisi dengan berciuman, dan setelah selesai melakukannya pun lebih nikmat diakhiri dengan berciuman. Kalau tidak percaya, coba tanya saja sama yang lain!
Gw tidak memungkiri bahwa terkadang sering timbul rasa kesal karena ciuman-ciuman yang tak kunjung datang (apalagi kalau sudah lama tidak bertemu). Terkadang beberapa orang juga mengatakan bahwa ciuman mereka hambar, atau ciuman mereka terlalu hot sampai-sampai tidak bisa dinikmati dengan sepenuh hati dan rasa.
Gw tidak tahu dengan orang lain… Entah apa kata mereka tentang ciuman atau berciuman…
~:
Ditulis Oleh : AVRIL
Kategori : curhat,
~:
~: more on www.ae.nu.mu :~

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: