☆: Segitiga cinta sama sisi

oleh Anef Cinta

]:: Segitiga cinta sama sisi
★: Bagaimana sebetulnya cinta yang kokoh bisa terbangun ? Cinta itu terdiri dari tiga unsur. Pertama adalah adanya keakraban, yang didasari perasaan untuk membangun kedekatan dan keterikatan. Kedua, adanya hasrat dalam mengekspresikan keinginan dan kebutuhandi segala sisi, termasuk sisi seksual. Ketiga, adanya kesepakatan seperti bertemu secara reguler, sederet aturan yang semuanya bertujuan untuk mempertahankan hubungan yang mereka miliki.
Ketiga unsur ini (keintiman, hasrat, dan komitmen) harus hadir secara bersamaan. Kalau yang berkembang melulu sisi keintiman saja, jadilah hubungan suami-istri yang penuh persahabatan. Kelihatannya akrab, tapi hubungan mereka seperti jalur rel kereta api. Saling bersisian, tapi tak pernah melebur bersama.
Kadang dalam perjalanan waktu sering muncul ancaman yang mengganggu keintiman. Ini terutama jika masing-masing pihak merasa sudah memahami apa yang diinginkan pasangannya. Komunikasi yang seharusnya bisa tetap hadir, lama-lama bisa makin berkurang. Akhirnya yang ada cuma komunikasi 'kebatinan'. Padahal, tiap individu mengalami perkembangan dan bisa saja ada perubahan-perubahan yang seharusnya dikomunikasikan.
Kalau yang dipelihara sisi hasratnya saja, bentuknya bisa lain lagi. Jenis hubungan semacam ini awalnya dipenuhi oleh hal yang serba menggebu-gebu. Ada keterpikatan yang mengasyikan secara psikologis dan fisik. Tetapi, begitu ada perubahan psikologis dan fisik, hasrat ini serentak bisa hilang. Gejolak cinta tanpa keintiman dan komitmen, apalah artinya? Stok cinta bakal cepat habis terkuras.
Mengembangkan kekuatan cinta
Merenovasi suatu hasrat pun perlu dilakukan setiap saat. Jangan sekali-kali beranggapan bahwa 'romantic love' sudah bukan masanya lagi ketika usia perkawinan makin bertambah. Berapa pun usia perkawinannya, tumbuhkan selalu pendar-pendar yang bisa membangkitkan kembali hasrat masing-masing pihak. Baik hasrat untuk bercinta maupun hasrat terhadap segala kebutuhan dan keinginan di berbagai segi.
Untuk menguji komitmen ada baiknya untuk merenungi kembali perjalanan waktu. Saat yang paling tepat adalah ketika pergantian tahun, saat ulang tahun perkawinan, dan saat-saat monumental lain yang mungkin dirasakan oleh setiap pasangan. Uji dengan pertanyaan, sudah berapa lama pernikahan itu berjalan, pernahkah satu sama lain melanggar komitmen yang disepakati di awal pernikahan. Kalau ada komitmen baru, jangan lupa menyertakannya untuk diulas, dievaluasi sekaligus.
Ibaratkan cinta dengan ketiga unsurnya, keintiman, hasrat, dan komitmen itu menjadi sebuah segi tiga sama sisi yang memiliki keseimbangan. Indikasi makin besarnya kekuatan cinta suatu pasangan seharusnya justru digambarkan dari makin besarnya bentuk segi tiga sama sisi itu. Jadi, kalau usia perkawinan makin bertambah, selayaknya segi tiganya juga makin membesar. Dihantam ombak badai pun bangunan cinta itu akan tetap kokoh berdiri. Apalagi kalau cuma godaan kecil berupa kerlingan mata atau kekaguman sesaat. Semua itu tak kan ada artinya.
◇: — :~
Ditulis Oleh : A Chand
Kategori : cinta, tentang cinta, tips cinta,
♀: input your contact atau sumber
☆: Delivered from: www.ae.nu.mu

Visitor Ip: 202.3.213.130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: