Puisi bebas

oleh Anef Cinta

anef cinta Ghun
aku hidup di alam bebas..
bebas melakukan semua hal yang aku suka..
bebas memiliki yang aku mau..
bebas bukan berarti bahagia selalu..
riang aku selalu
berlari ke sana kemari
berjalan ke setiap sudut yang indah
bermain di dalam keceriaan
tapi aku sendiri
dan kini aku jenuh
tak ada tempat untuk aku berbagi
ingin ku berlari dari tempat yang indah ini
ya,, aku akan berlari
berlari dan terus berlari
berlari meninggalkan semua yang kurasa salah
berlari hingga aku telah menemukan
dan kini aku lelah
tapi, aku akan terus berlari
hingga suatu saat ada yang menangkap ku
dan mengurung ku dalam bahagia..


bagai membeli kucing dalam karung
tak tau bagai mana kondisi si kucing
begitulah yang terjadi
aku tak tau bagaimana sebenarnya
kucoba untuk tau apa isi karung itu
helai demi helai benang ku renggang kan
ku bawa karung itu di bawah matahari
semata mata hanya ingin tau apa di dalamnya
sampai kini aku tak tau apa itu
aku hanya mendengar suaranya
aku hanya tau dari bayangannya
tapi aku brani untuk membelinya
tapi kini aku jenuh
aku muak dengan teka teki ini
aku lelah..
dan aku akhirnya membuang karung, sbelum membukanya..



sekali lagi aku bertanya..
apa itu bungsu??
adakah guna si bungsu??
adakah perasaan si bungsu??
mungkin orang bilang
anak pertama sabar banget untuk menghadapi si bungsu..
tapi adakah yang tau perasaan si bungsu
dia yang lebih sabar dari kakak nya,
dia yang selalu menuruti apa yang di perintah
dia yang selalu melayani apa yang di minta
dia pun yang slalu mengalah ketika harus menerima barang sisa dari kakaknya
dia jugalah yang harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya sudah renta..
mungkin orang bilang
anak pertama paling banyak berfikir untuk keluarganya
tapi adakah yang tau pikiran si bunngsu
dia yang lebih berfikir panjang dari kakaknya
dia yang slalu berfikir ketika mendapat tugas dari orang tua
dia yang selalu berfikir kapan dia bisa di hargai
dia yang selalu berfikir kapan pendapat dia bisa di terima
dia yang selalu berfikir kapan dia bisa dibilang dewasa
mungkin orang bilang
anak bungsu itu anak yang paling manja
tapi adakah yang tau saat dia sendiri
saat dia tak tau akan pergi ke siapa ketika sedih?
saat dia tak tau kepada siapa dia bercerita?
saat dia tak tau akan berbuat apa untuk hidupnya..
dia seorang yang sangat mandiri
bisa melakukan apa yang seniornya tak bisa lakukan
dia yang selalu mengalah saat kehendaknya tertunda
dia selalu dituntut untuk lebih berhasil
dia yang sering di salahkan
tapi dia juga yang slalu di manfaatkan..
taukah kalian ketika batin ini menangis..
adakah yang tau ketika hati ini bersedih..?
adakah yang tau ketika pikiranku ini lelah..?
adakah yang tau ketika tubuh ini tak mampu lagi menuruti permintaan..?
adakah yang tau aku butuh kasih sayang..?
adakah yang tau aku butuh kelembutan..?
adakah yang bisa menyeka air mata ini..?
mereka hanya tau aku ini bungsu

punyakah kau sebuah nama?
bisakah kau sendiri?
bisakah kau tak menyebutnama ku?
bisakah kau tak merepotkan ku?
sebenarnya yang kau harapkan itu sama dengan ku
kau hanya tak ingin seseorang mengganggumu
kau butuh ruang untuk sendiri
kau butuh kawan, namun tak merepotkan
aku tau kau sebenarnya berbohong
alasan yang sangat menyebalkan
dan selalu melimpahkan semua pada ku
kenapa kau tega padaku
kau teman atau hanya teman
teman yang hanya ingin senang bersama
teman yang tempat berbagi duka
dan teman yang bisa kau manfaatkan
trima kasih kawan,
kau telah menyadarkan ku
betapa liciknya dirimu
yang hanya ingin membuat dirimu tersenyum, sendiri..

selama ini aku slalu merasakan
rasa yang slalu sama
datang dan pergi
tak ada yang pasti
ingin rasanya aku memiliki sebuah rasa
tanpa harus merasakan lara
tapi, itu tak ada
semua yang kurasa hampa
lebih baik aku tak memiliki semua rasa
jika akhir nya aku harus kehilangan semuanya
karena yag tersisa hanya lara

kurasa sangat sepi hidup ini
membuat lukisan senyum di wajahpun sangat sulit
hidup ku penuh bayangan
yang tak jelas apa dan siapa
semua hal ingin aku lakukan
agar aku sadar,
agar aku mengerti
dan aku mendapatkan apa yg sesuai untuk ku
tak mungkin aku tersadar
jika aku tak menyadarkan diri aku
tak mungkin aku terbangun
jika aku slalu memejamkan mata
tak mungkin aku mengetahui semuanya
jika aku tak membukanya
dan tak mungkin aku dapatkan
jika aku tak mencoba untuk menerima

rumah tak bertuan
siapakah engkau?
pintu jendela usang
kemanakah perginya?
aku sepertinya salah memasuki
sebuah ruang baru nan usang
ruangan indah nan mempesona
namun, benda apakah itu?
seorang gadis yang menangis sedih
ku tanya dengan lirih
adakah yang membuatmu sedih di ruang seindah ini?
“KAU” jawabnya keras
aku tak menyadarinya
bahwa ruang itu telah ada yang menghuninya dari lama
ruang indah yang ku fikir hampa
ternyata ada yang menghuninya
aku bergegas lari meninggalkan ruang itu
namun, hingga kini aku masih tersesat di rumah indah ini
tersesat karena ku salah memasuki
memasuki hati seorang pria yang sangat indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: