Disinilah…

oleh Anef Cinta

anef cinta Di bukit ini, aku menjelma jadi remaja; tentang cinta, duka, dan cerita. Sebelum ingatanku melebur masa silam. Kini tinggal samar dan nanar, terbias usia yang menyenja.
Masih ingatkah kau mabuk cinta di sini. Sebotol anggur yang kau kulum, tak sanggup menghentikan air mata tentang wanita. Hanya lelah didapat, saat kau berteriak mengadu dengan jiwa yang rusuh.
Sekedar melepas penat, tentang cinta yang ingin dilupa. Tuturan yang kau ucapkan mungkin kejujuran, lewat bahasa apa adanya. Walau mendengarnya terasa sengau dibalik nafas yang menusuk.
Sari patinya dibuat kau terangsang dalam bingkisan ceritamu, dan kau meyakininya untuk terhindar dari kepalsuan. Namun dikala sadar kau bertindak beda, kau mengunci diri untuk berdiskusi.
Pada air imaji, kau menyakini curhatanmu melepas. Kau mengalimi bertambah percaya diri disaat malam bersua dengan wanita. Dan kau pernah sukses mendeklamisi puisi karena olehnya.
Ah, lagu lama.
Sempatkah kau berpikir kembali ke sini. Kau mengadu pada kisahmu yang rapuh: disulam rasa pada teka-teki cinta, diselami luka pada ujung sembilu.
Dan aku kembali ke bukit ini, aku menjelma jadi remaja; tentang cinta, duka, dan cerita. Sebelum ingatanku melebur masa silam. Kini tinggal samar dan nanar, terbias usia yang menyenja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: