>Pria hanya senang saat mengejar wanita?

oleh Anef Cinta

>anef cinta Anda
tidak begitu
menginginkan pria
tersebut, namun
melihat kegigihannya
akhirnya Anda
menyerah dan
bersedia menjadi
kekasihnya. Anehnya,
setelah itu Si Dia
malah perlahan
menghilang dan
terlihat mulai
kehilangan hasrat.
Bila hal ini terjadi,
mungkin pria tersebut
memang hanya
menikmati saat masih
mengejar Anda.
Jangan lantas merasa
menjadi korban,
karena ternyata
banyak pria yang
hanya menikmati
masa-masa dirinya
mengejar seorang
wanita. Hal ini
memang
menunjukkan bahwa
Si Dia tidak cukup
dewasa, karena
terkesan alergi
dengan komitmen.
Namun Anda pun tak
perlu khawatir: jika Si
Dia memang “The
One” bagi Anda, ia
tak akan pernah
kehilangan hasratnya
pada Anda sampai
kapan pun!
Anda ingin tahu
mengapa pria
menyukai saat ia
masih mengejar
wanita yang
diincarnya?
Tidak ada beban.
Ketika pria mengejar
seorang wanita, ia
tidak memiliki
tekanan atau beban
untuk berhasil atau
mencapai tujuannya.
Jadi ketika wanita
tersebut mulai
memujinya, seperti
menyebutnya
“ganteng”, pria
merasa masa
pengejarannya akan
berakhir. Diterima
adalah berita baik,
namun selanjutnya
pria merasa dibebani
tanggung jawab atau
kewajiban untuk
membahagiakan
wanita tersebut.
Gambaran ideal.
Ketika pria
melakukan
pendekatan terhadap
wanita yang
diincarnya, biasanya
ia belum mengetahui
banyak hal mengenai
wanita tersebut.
Tahap pengejaran
adalah saatnya
menggali banyak
informasi tentang si
wanita, dan
mempelajari lebih
banyak mengenai
dirinya. Tepatnya,
dengan cara
“mengintainya”. Saat
memata-matai wanita,
pria merasa di situ lah
ia makin jatuh cinta.
Pria membentuk
gambaran sendiri
tentang wanita yang
diincarnya. Ketika
akhirnya ia berhasil
mendapatkan wanita
tersebut, ternyata
wanita itu jauh dari
gambaran yang
dibayangkannya.
Sifatnya yang
kompetitif.
Pria senang berburu.
Dengan berburu, pria
memenuhi hasratnya
untuk mendapatkan
sesuatu, meskipun
akhirnya mereka
tidak menjadi
pemenang. Perburuan
itu lebih
menyenangkan
buatnya, karena
terasa begitu alami.
Sebaliknya, pria tidak
merespons ketika
dikejar-kejar, karena
mereka tidak tahu
apa yang harus
diperbuat.
Mabuk kepayang.
Anda tentu tahu
bagian yang
menyenangkan saat
menjalin hubungan,
ketika segalanya
masih baru dan Anda
merasa mabuk
kepayang. Perut Anda
terasa mulas setiap
kali Anda melihat
sosok pria ini. Salah
satu bagian dari rasa
mabuk ini adalah
Anda merasa tidak
yakin apa yang akan
terjadi selanjutnya,
dari sisi yang positif.
Inilah esensi dari
kesenangan saat
mengejar seorang
wanita: segala
sesuatu mungkin
terjadi.
Ia bisa tetap single
saat mengejar wanita.
Saat masih dalam
tahap pendekatan,
pria bisa
melakukannya dengan
beberapa wanita
sekaligus. Toh, ia
belum terikat dengan
siapa pun, sehingga
tidak perlu
bertanggung jawab
dengan perasaan
beberapa wanita yang
didekatinya. Salah
satu dari wanita itu
pasti akan
menolaknya lebih
dulu.
Ia menyukai
kerjasamanya.
Saat mengejar Anda,
ia juga mendekati
sahabat Anda untuk
mengetahui apa yang
Anda bicarakan,
kemana Anda biasa
bepergian di akhir
minggu, atau, adakah
kemungkinan baginya
untuk mendapatkan
Anda? Si Dia dan
sahabat Anda lalu
membuat rencana dan
menentukan suatu
tujuan: bagaimana
cara mendapatkan
Anda. Namun ketika
ia mulai mengencani
Anda, sahabat Anda
tentu tidak lagi
dilibatkan. Tidak ada
lagi “breaking news”
dari sang sahabat
yang membuatnya
berdebar-debar,
misalnya, bahwa Anda
akan ikut menghadiri
resepsi perkawinan Si
Anu. Hilang pula lah
segala kegairahan
dan harapan yang ia
rasakan dalam masa
ini.
Wanita itu sulit
ditaklukkan.
Pria sangat penasaran
ketika seorang wanita
sulit ditaklukkan,
bukan dalam arti jual
mahal, tetapi bahwa
wanita ini misterius
atau tidak dapat
ditebak. Hal ini
membuat pria ingin
tahu apa yang dapat
dilakukannya untuk
membuat sang wanita
bertekuk lutut. Pria
juga berpikir, “Ia akan
menjadi milik saya
suatu saat, entah
bagaimana caranya!”
Maka berbagai
pergolakan perasaan
yang dialami pria saat
mendekati dan
mengejar wanita,
seperti perburuan,
kekhawatiran akan
komitmen,
kesetiakawanan
dengan teman-
temannya, itulah yang
dinikmatinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: