>Keluhan

oleh Anef Cinta

>anef cinta Sifat umum pada pria
adalah melupakan hal
kecil dan selalu fokus
pada hal besar.
Keluhan perempuan
kadang bersifat
sepele dan membuat
pria jengah. Meskipun
pria tak ambil pusing,
dan seringkali lupa
pada apa yang Anda
keluhkan namun,
tetap saja sejumlah
hal mengganggu
pikiran pria dan tak
tahu bagaimana
menghadapinya.
Simak kata yang
dilontarkan
perempuan dan
bagaimana pria
menanggapinya,
terutama dalam
rumah tangga.
‘Keluargamu
membenci aku’
Suami menanggapi
kata-kata ini dengan
persepsi bahwa
keluarganya
menyebalkan, dan
pasangannya
menuduh si pria
bersalah karena
membuat keluarganya
membenci sang
wanita. Saat
perempuan seringkali
bicara tentang
hubungan, pria fokus
kepada penyelesaian
masalah. Kata ‘Kamu’
membuat pria merasa
diserang. Padahal
maksud Anda ingin
didengarkan pasangan
dan membahas
masalahnya. Katakan
dengan lebih jelas,
misalkan, ‘Saya ingin
sekali dekat dengan
keluargamu,
bagaimana caranya
ya?’
‘Saya pikir kamu
butuh pekerjaan baru’
Pria menanggapi
pernyataan ini dengan
menganggap dirinya
pecundang. Lantas dia
akan berpikir,
pasangannya
menyesal menikahi
lelaki yang tidak
mampu menghasilkan
banyak uang. Pria
cenderung membenci
kegagalan. Sisi
maskulin pria akan
terusik jika perkataan
pasangan cenderung
menjatuhkan dirinya.
Terutama terkait
dengan pendapatan
yang tidak lebih baik
dari harapan. Lebih
baik bicarakan pada
pasangan, bagaimana
solusi bersama.
‘Seandainya kamu
punya lebih banyak
waktu dengan anak-
anak’
Suami lantas
menganggap dirinya
ayah yang buruk
untuk anak-anaknya.
Suami Anda bisa jadi
tidak nyaman
bersama anak-anak,
karena Anda selalu
mengkritik
kemampuannya
dalam mengasuh. Pria
lebih senang ditanya
apa pendapatnya,
karena hal ini
membangun rasa
percaya dirinya.
Kurangi sikap
menghakimi suami
dalam mengasuh
anak. Katakan
padanya, ‘anak-anak
senang bersama
denganmu. Aktivitas
apa yang tepat buat
kamu dan anak-anak
ya?’
‘Aku harus
mengerjakan semua
pekerjaan rumah’
Suami Anda
menganggap dirinya
pemalas dengan
pernyataan tersebut.
Pria memang kurang
memiliki empati. Jadi
jika Anda mengatakan
itu, jangan harap
suami akan menyadari
dan mengakui bahwa
Anda sudah
kelelahan. Anda perlu
juga menyadari
bentuk kontribusi
suami, misalkan
membuang sampah.
Berikan perhargaan
atas usahanya, dan
mulai bicarakan
membuat pembagian
kerja.
‘Kamu lebih sering
bepergian dengan
teman daripada
dengan aku’
Persepsi suami adalah
menganggap dirinya
lebih senang bersama
teman daripada istri.
Suami kemudian
berpikir Anda tidak
menghargai waktu
yang ia habiskan
bersama Anda. Lebih
baik katakan kepada
suami bahwa Anda
menghargai
pertemanannya,
namun Anda
cemburu. Katakan
juga Anda ingin sekali
menghabiskan waktu
bersama. Lakukan
saja aktivitas yang
biasa suami lakukan
bersama temannya,
ini akan lebih
menyenangkan.
‘Kamu tak pernah
bicara tentang
apapun’
Hubungan bermasalah
seakan penyebabnya
adalah suami Anda.
Ini yang ditangkap
oleh suami ketika
Anda katakan hal
tersebut. Perempuan
cenderung
mengakumulasi
masalah, sedangkan
pria lebih sering
menyelesaikan satu
per satu. Bicarakan
masalah per kasus.
Jika soal pekerjaan,
tanyakan kepada
suami apa yang
membuatnya terlihat
stres. Hal ini
menunjukkan Anda
bersedia membantu
apapun masalahnya.
‘Kamu tidak
menghargai saya’
Suami mendengar
kata ini dan
merekamnya sebagai
keluhan bahwa dia
tidak mencintai Anda.
Pria lebih sering
memberikan apresiasi
kepada pasangan
dengan tindakan,
sedangkan wanita
dengan ucapan.
Bicarakan kepada
suami betapa Anda
membutuhkan
penghargaan dari
Anda. Ajak suami
untuk temukan
bagaimana caranya.
‘Kamu tak pernah
mau berkumpul
dengan temanku’
Suami Anda
menanggapinya
dengan memahami
bahwa dia tidak
mengerti apa yang
Anda butuhkan. Jika
Anda ingin suami
bergabung bersama
teman, fokus pada
kebaikan apa yang
bisa Anda berdua
dapatkan. Katakan
saja, teman Anda
sangat ingin mengenal
suami lebih jauh dan
Anda sangat
menghargai jika Anda
bersedia luangkan
waktu bersama.
‘Kamu selalu sibuk
bekerja’
Anda seperti
menganggap suami
lebih peduli kepada
pekerjaan daripada
diri Anda. Sebenarnya
suami tahu bahwa
Anda tak senang
dengan kesibukannya.
Namun daripada
membuatnya merasa
bersalah, sebaiknya
bicarakan bagaimana
dampaknya terhadap
Anda. Cari solusi
bersama agar
hubungan menjadi
lebih seimbang.

One Comment to “>Keluhan”

  1. I feel this is one of the most vital info for me. And i’m glad studying your article. But want to commentary on some common issues, The site style is wonderful, the articles is in reality great : D. Just right activity, cheers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: