>Butuh proses

oleh Anef Cinta

>anef cinta
Membangun cinta
dalam hubungan
berpasangan butuh
proses. Seribu satu
trik dari ragam
referensi telah Anda
coba terapkan agar
hubungan Anda terus
bertumbuh.
Namun tak semua tips
yang Anda temukan
dalam buku-buku
cocok untuk Anda,
karena karakter
setiap pasangan tak
pernah sama. Bahkan
sejumlah pakar di
Amerika memberikan
perspektif yang
berbeda. Mulai pakar
sosiologi, terapis seks,
psikolog klinis, atau
terapis keluarga, yang
semuanya adalah
penulis berbagai buku
tentang relationship.
Mau tahu ringkasan
pandangan para
pakar ini?
Katakan “I Love You”
setiap hari
Kalau urusan yang
satu ini, sejumlah
pakar sepakat,
katakanlah sesering
mungkin. Tidak ada
alasan buat Anda
untuk sungkan
menyatakan cinta
kepada pasangan.
Tetapi pastikan,
ungkapan cinta yang
sederhana (meski tak
mudah bagi sebagian
orang), tulus, dan
diungkap dengan hati.
Artinya, tidak sekadar
mengucap, atau
formalitas, yang lewat
begitu saja tanpa
perasaan mendalam.
Gunakan cara apa
saja untuk
mendapatkan hatinya
Trik ini biasanya
dilakukan oleh
seseorang yang
terobsesi
mendapatkan
pasangan. Usaha
keras memang
penting namun jika
tidak realistis dan
jujur, hubungan yang
Anda dapatkan
mungkin tak berjalan
apa adanya.
Hubungan seperti apa
yang ingin dibangun?
Sekadar
menyenangkan
pasangan, atau yang
dilandasi
kepercayaan,
kejujuran, sikap
menerima apa
adanya, dan
komunikasi yang baik.
Pasangan adalah
sahabat Anda
Soal ini para pakar
punya perdebatan.
Ada yang setuju, ada
juga yang menolak
konsep bahwa
pasangan adalah
sahabat Anda juga.
Kembalikan lagi hal
ini kepada diri Anda
dan pasangan. Jika
merasa nyaman
dengan hubungan
yang sudah berproses,
dan menganggapnya
sebagai sahabat,
kenapa tidak. Salah
satu pakar
mengatakan, Anda
harus menyukai
pasangan seperti saat
masih berteman.
Tentu saja, tanpa
menyisihkan hasrat
yang Anda miliki
untuknya.
Menghilang sesaat
agar pasangan
merindukan Anda
Banyak yang
menganggap dengan
memberikan sedikit
jarak atau absen dari
pasangan bisa
membuat pasangan
merindu, lalu
menumbuhkan
perasaan
membutuhkan. Cara
ini diakui memang
bisa membantu Anda
untuk lebih
menghargai pasangan
saat Anda kehilangan
dirinya. Tetapi terlalu
sering melakukan ini
juga tidak sehat.
Karena, saat berpisah
bisa saja Anda miulai
menikmati
kesendirian, atau
bahkan bertemu
orang baru. Hubungan
telepon dan SMS tak
bisa menggantikan
tatap muka yang
berpengaruh lebih
dahsyat.
Belajar mencintai
pasangan
Sebagian pasangan
mungkin tidak
menemukan
pendamping melalui
cinta pada pandangan
pertama. Jika sudah
begini, cinta perlu
dihadirkan dengan
cara memupuknya.
Belajar mencintai
menjadi urusan
penting agar
hubungan bertumbuh.
Sebagian pakar tidak
menyetujui cara ini
lantaran dianggap
tidak adil bagi diri
Anda maupun
pasangan. Namun,
jika Anda percaya
bahwa Anda memilih
pendamping yang
tepat, dan mulai
belajar membangun
cinta itu bersama, hal
ini bisa lebih bernilai
daripada sekadar
jatuh cinta pada
pandangan pertama.
Jangan pernah tidur
dengan membawa
masalah
Para pakar sepakat,
kebiasaan ini
bergantung pada
karakter Anda dan
pasangan. Jika
memang sudah
waktunya tidur dan
tak mungkin lagi
membahas masalah,
tidurlah. Namun
pastikan Anda dan
pasangan tidak
menyimpan masalah,
dan berdamai dengan
diri untuk memulai
mencari solusi
keesokan harinya.
Komunikasikan
kebutuhan Anda dan
temukan jalan
keluarnya. Jika masih
ada waktu bicara,
Anda dan pasangan
harus membahasnya.
Setelah itu luangkan
waktu untuk
mendinginkan
suasana, dan tidurlah
dengan hati tenang.
Kehadiran buah hati
bisa jadi perekat
Banyak yang bilang,
jika sudah ada anak,
pasangan semakin
bahagia. Namun
bertambahnya
anggota keluarga
membuat friksi
antaranggotanya
semakin melebar.
Belum lagi intimasi
dan kedekatan
sebagai pasangan
tergantikan dengan
adanya anak.
Bagaimanapun,
dengan komunikasi
dan mengatur waktu,
plus komitmen untuk
tetap membangun
cinta sebagai
pasangan, masalah
akan terkalahkan.
Perlu resep jitu untuk
menyeimbangkan
kualitas cinta
pasangan dan cinta
keluarga, terutama
anak.
Buat dia selalu
penasaran
Ini jelas cara
manipulatif dan bukan
cinta, demikian para
pakar menilainya.
Cara semacam ini
seperti permainan
yang hanya akan
mendorong
munculnya amarah
dan menjauhkan Anda
dan pasangan dari
intimasi dan
kedekatan emosi.
Cinta butuh kejujuran
dan bukan spekulasi
dengan asumsi.
Jangan terlalu cuek
Meski hubungan
sudah berjalan lama,
menjaga sikap tetap
diperlukan. Meski
pasangan sudah tahu
betul luar-dalam
pribadi Anda, pastikan
Anda tetap punya
daya tarik yang bisa
membuatnya selalu
bergairah dan
merindukan Anda.
Jadi, jangan melulu
gunakan kaos oblong
di rumah, sesekali
gunakan pakaian yang
membuat Anda
tampak memikat
buatnya, meski Anda
dan suami hanya
bersantai nikmati
Minggu pagi.
Cinta mengalahkan
segalanya
Ini mitos.
Menumbuhkan cinta
tetap perlu melihat
realitas pada
pasangan Anda. Cinta
tak bisa jadi alasan
untuk mentoleransi
kekerasan, misalnya.
Dalam hubungan
berpasangan, berbagi
dan berdiskusi
tentang nilai, visi, dan
komitmen dalam
hubungan tetap
penting.
Komunikasikan juga
kebutuhan dan
harapan, yang
semuanya tentu
membutuhkan proses.
Dalam hitungan tahun
cinta mulai pudar
Banyak versi hitung-
hitungan yang
memprediksi semakin
memudarnya level
cinta, misalnya lima
tahun, tujuh tahun,
dan seterusnya.
Tetapi banyak bukti
menunjukkan,
pernikahan atau
hubungan
berpasangan bisa
berlangsung puluhan
tahun. Tentu saja
selama itu akan
muncul berbagai
persoalan kecil,
namun fokuskan diri
Anda pada bagaimana
mengatasinya.
Penuhi kebutuhan
pasangan
Ada benarnya jika ada
yang mengatakan,
untuk menyenangkan
pasangan, buat
masakan paling lezat
untuknya. Buat agar
ia selalu ingin pulang
untuk Anda. Ketika
kebutuhan Anda, apa
pun itu, dimengerti
oleh pasangan dan
diberikan sepenuh
hati, bukankah cinta
dengan mudah
bertumbuh lebih
manis? Belajar untuk
memahami kebutuhan
pasangan tanpa
diminta membuat hati
terikat kuat sebagai
pasangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: