Archive for ‘rindu’

3 Oktober 2010

Me & Love

oleh Anef Cinta

anef cinta Iin inayah
Akulah manusia biasa…
Ingin mencintai dan memberi kasih..
Berbagi suka dan duka..
Dan menarik diri tuk berbagi kecewa…
Sang penawar cinta yang tulus…
Dengarkanlah aku bercerita..
Singkat kata-katanya..
Namun jelas makna dibalik semuanya…
Cerita lalu dan cerita kini..
Yang kubalut dalam luka hati ini…
Aku lah insan lemah sang pencinta..
Harkatku sebagai manusiaku rendah..
Bagi yang tulus menganggapku tinggi..
Bagi yang angkuh menganggapku sampah..
Hanya yang tulus dapat mengerti daku…
Akulah cerita dari segala cerita..
Aku bukan awal namun slalu berakhir…
Menangis adalah tawaku bagi dunia..
Kecewa adalah kebahagiaanku yang nyata..
Namun cinta adalah piala emasku…
Aku tak sempurna seperti Pencipta..
Namun aku sempurna di dalam cinta..
Begitu tulus memberikan hati dan rasa..
Sehingga mudah semua menyakitiku..
Mempermainkanku di dalam kata cintanya..
Aku tak pernah mendendam karna cinta…
Karna cinta slalu kugenggam di tangan…
Dan tak pernah kulempar itu ke laut..
Karna semua cinta slalu kuberikan…
Meskipun kadang mereka menghempas dari tangannya…

Kau adalah jiwaku…
Yang slalu menemani hari-hariku..
Dengan lembut kasih dan sayang..
Dengan perhatian dan keindahan..
Kau katakan mesra perhatianmu..
Menyibak tirai-tirai hatiku yang usang..
Menggantikannya dengan sutra yang indah..
Hingga sang mentari menembus jiwaku…
Kau datang bukan karna kucari..
Namun karna kutulusan tuk memberi…
Kita berbagi sedikit arti dan rasa..
Menjadikannya bukit yang kian meninggi…
Andaikata tak slalu di sisipun,…
Hanya dengan menghirup bayang-bayangmu..
Cukuplah saja menghapus rasa rindu ini…
Padamu, yang tlah menggantikan hatiku…

Iklan
26 September 2010

Disinilah…

oleh Anef Cinta

anef cinta Di bukit ini, aku menjelma jadi remaja; tentang cinta, duka, dan cerita. Sebelum ingatanku melebur masa silam. Kini tinggal samar dan nanar, terbias usia yang menyenja.
Masih ingatkah kau mabuk cinta di sini. Sebotol anggur yang kau kulum, tak sanggup menghentikan air mata tentang wanita. Hanya lelah didapat, saat kau berteriak mengadu dengan jiwa yang rusuh.
Sekedar melepas penat, tentang cinta yang ingin dilupa. Tuturan yang kau ucapkan mungkin kejujuran, lewat bahasa apa adanya. Walau mendengarnya terasa sengau dibalik nafas yang menusuk.
Sari patinya dibuat kau terangsang dalam bingkisan ceritamu, dan kau meyakininya untuk terhindar dari kepalsuan. Namun dikala sadar kau bertindak beda, kau mengunci diri untuk berdiskusi.
Pada air imaji, kau menyakini curhatanmu melepas. Kau mengalimi bertambah percaya diri disaat malam bersua dengan wanita. Dan kau pernah sukses mendeklamisi puisi karena olehnya.
Ah, lagu lama.
Sempatkah kau berpikir kembali ke sini. Kau mengadu pada kisahmu yang rapuh: disulam rasa pada teka-teki cinta, diselami luka pada ujung sembilu.
Dan aku kembali ke bukit ini, aku menjelma jadi remaja; tentang cinta, duka, dan cerita. Sebelum ingatanku melebur masa silam. Kini tinggal samar dan nanar, terbias usia yang menyenja.

24 September 2010

Tidakkah kau lihat?

oleh Anef Cinta

anef cinta
Di manakah kau kini wahai engkau penyejuk hati? Yang dulu senantiasa menggelayuti ranting-ranting usiaku. Tak pernah lagi kulihat kau bersemu malu di balik daun-daun rinduku. Tak pernah lagi kurasa lagi kehangatan pinangan lembut di sulur-sulur kasmaranku. Tak pernah kudengar lagi lantunan mendamba yang mengecup batang-batang jiwaku.
Di manakah kau kini wahai penoreh kebahagiaan? Apakah telah kau temukan pohon cinta yang lain. Yang mampu merindangi kegelisahanmu. Yang mampu menyemai benih kehidupan di genggamanmu.
Tidakkah kau lihat daun-daun rinduku semakin merimbun meski ranting usiaku semakin layu? Tidakkah kau lihat batangku masih tegak menghujam kesetiaan meski kau telah berlalu? Takkan meranggas dalam kemarau waktu.

24 September 2010

Kucari dirimu di Facebook

oleh Anef Cinta

anef cinta Tawa riangmu tak pernah bisa aku lupakan, karena masa-masa itu aku bisa merasakan arti sebuah ketulusan walau cinta kita hanyalah cinta monyet tapi caramu memberi harapan selalu apa adanya.
Walau waktu kita tak banyak untuk bisa berbagi kasih tapi cukuplah rasanya satu jam dalam perjalanan pulang sekolah bisa melepaskan rasa rindu ini kepada kamu, walaupun kita harus sering berjalan kaki dari sekolah ketempat kamu menunggu angkot buatku itu lebih dari yang aku harapkan.
De…
Tawa riangmu tak pernah bisa aku lupakan, karena aku tahu setiap gerak gerikmu di sekolah itu selalu membuat aku tersenyum karena dirimu adalah orang yang pernah aku tanya ketika kita mengadakan kegiatan kemping disekolah, dan saat itu aku tidak pernah menyangka jika kelak kamu akan menjadi pacarku.
De…
Tawa riangmu tak pernah bisa aku lupakan, dan kini setelah lama kita berpisah tak pernah terdengar kabar kamu sekarang…Mungkinkah kamu masih sendiri atau sudah menikah.
Jujur aku masih ingin bertemu dengan kamu walau sebatas melihat foto kamu, karena masih ada yang mengganjal dihati ini.
Kucoba mencari dirimu didunia maya, kucari namanu lewat akun facebook yang aku punya tapi bukan dirimu yang aku harapkan, nama hampir sama dan tempat tinggalnya tapi itu bukan kamu.
Entah dengan cara apa lagi untuk bisa mendapatkan kabar kamu sekarang.
De…
Aku mencari dirimu bukan untuk mengulang masa-masa indah kita dulu karena kini semua sudah berubah, aku telah mempunyai orang yang mencintai aku apa adanya, aku hanya ingin melihat dirimu sekarang dan mungkin menjelaskan kenapa kita berpisah tanpa ada kata perpisahan.
De…
Aku selalu berharap kamu sekarang bahagia dengan lelaki yang menyayangi kamu sepenuh hati dan tengah bermain dengan buah hati kamu, seperti diriku sekarang……..

24 September 2010

Hanya saling pandang

oleh Anef Cinta

anef cinta Ela
Kita telah bersama meniti
Hingga takdir mengantarkan waktu pada sebuah jalan tempat kita mendaki sekarang
Mulanya, pada sebuah jalan dengan sinar di ujungnya itulah kita menancapkan langkah
Dan berharap kita raih cahayanya bersama
Namun kini, di jalan itu
Aku di sini dan kau diseberang
Saling menatap dalam langkah yang sama
Saling memandang saat melakukan sesuatu berbeda
Namun, tetap tak berubah
Aku disini, dan kau di seberang
Sesekali kau memicingkan mata pada langkahku
Dan terkadang akupun memandang heran ke arah jejakmu
Terasa sama, namun tetap berbeda
Aku di sini dan kau diseberang
Hanya saling memandang.

23 September 2010

Bagaimana sebenarnya?

oleh Anef Cinta

anef cinta Dessy Kharisma
Hey, sebenarnya bagaimana?
Tunggu, katamu.
Jelas aku menurutimu.
Bahkan untuk berkedip pun aku tak mau.
Aku takut melewatkanmu meskipun sekejap mata.
Hey, sebenarnya bagaimana?
Haruskah aku mengulur asa lebih dan lebih lagi demi mendapati wujudmu?
Haruskah aku terus memintal benang-benang rindu hingga mampu menyelimuti jagat raya?
Oh ayolah, aku tak lelah menunggu wujudmu di sini.
Tapi bayangmu yang membuatku berlari ke setiap sudut bumi.
Mungkin kau sedang tertawa di sana melihat ketololanku,
yang bersedia menunggumu hingga rapuh kuali rindu habis kukuras.
Hey, sebenarnya bagaimana?
Atau mungkin kau ingin kita seperti dongeng yang diceritakan ibu kepada anak-anaknya?
Kau ingin aku menunggumu sembari memejamkan mataku,
lalu 100 tahun kemudian kau akan membangunkanku dan akhirnya aku mendapati wujud nyatamu?
Hey, sebenarnya bagaimana?
Aku yang terlalu rapi menunggumu.
Atau kau yang sedang berjalan tidak ke arah ku, wahai kau penoreh waktu.

15 September 2010

Karena hidup untuk jiwa

oleh Anef Cinta

anef cinta Gina Annisa
Dan bila ia jenguk lagi suatu masa
Di tempat yang ia putuskan tak akan pernah lagi terjamah
Sebab mungkin hanya di sana mereka akan berjumpa
Tapi hidup ternyata adalah sebuah tanda tanya besar tentang detik selanjutnya
Terkadang mentari bersinar sangat cerah dan membangkitkan senyum siapa saja
Namun tiba-tiba hujan deras bisa bergemuruh saat langit biru berganti kelabu
Lalu senyum itupun segera luntur tanpa sisa di kedua sudut bibirnya.
Sebab hidup tidak sementara untuk jiwa
Di seberang sana dua jiwa menyatu setelah menemukan rusuknya yang hilang
Di tempat lain keduanya berpisah oleh waktu, angan, ataupun oleh gundah yang sementara
Lalu di tempat yang terpisah dua jiwa masih terus bertanya
Tak bisakah lagi ia ke sana
Agar takdir mengantarkannya untuk berjumpa?

14 September 2010

Surat untuk ibu

oleh Anef Cinta

anef cinta Rista

Pada kesunyian malam yang terlalu dingin untuk bersuara. Dan disela-sela godaan sang angin pada pepohonan. Sejenak mengantarkanku pada perenungan tentang seorang Ibu. Wanita yang memberikanku curahan kasih sayang tanpa henti. Ia laksana melati yang tebarkan harum wewangian tanpa pernah meminta balasan. Ia jugalah yang memberikan tempat bernaung untuk anak-anaknya. Takkan pernah sanggup ku membalas curahan kasih sayangnya padaku. Takkan pernah mampu ku menghitung ribuan cintanya padaku. Sembunyikan peluh yang membasahi tanah demi diriku. Membasuh airmata yang terurai karena tingkahku. Ia tanamkan harapan pada jiwa sesosok anak manusia. Membingkaikan mahkota dikepala sebagai simbol penerus masa depan. Rela geletakkan tubuhnya pada kasur yang bersimbah darah. Umpatan, cacian, dan makian yang terdengar takkan menyurutkan ikhlasnya. Ia bahkan rela menanggalkan arti sebuah kebahagiaan. Ia bahkan rela bersujud dihadapan anjing-anjing kekuasaan. Membelaiku saat tubuh terasa lemah oleh goresan-goresan waktu. mengobatiku saat hati tercabik-cabik oleh jilatan para serigala. Membimbingku saat dua sisi memaksaku untuk memilih. Sehingga bimbang tak lagi melekat di peraduan akal dan pikiran. Tak pernah sedikitpun terucap kata pamrih darinya. Walau seharusnya ia mampu untuk memintanya kembali.
Ibu.. Ya.. Ibu.. Engkau menuntunku disetiap waktu menuju arah yang tepat. Engkau antarkan aku didepan gerbang kebahagiaan. Gerbang yang semestinya aku tapakkan laju langkahku. Hingga tak pernah ku sadari bahwa kau selalu mengawasiku bila ku terjatuh. Kau mengajarkan padaku tentang apa arti hidup. Agar aku dapat tetap tegar hadapi waktu yang selalu menikamku dengan perih. Menatap pasti setiap mimpi yang kan berarti. Mewujudkan semua keinginanku meski tak mudah untuk kau penuhi. Engkaulah yang selalu senandungkan suka disaat duka. Hingga duka yang kau jinakkan mampu terevolusi menjadi suka. Engkaulah yang selalu memberiku nuansa disaat hati terasa gundah. memapahku pada kesejukkan bahumu ketika ku bersedih. Saat dimana hati ini terlalu letih untuk menapaki hari. Kau sejukkan nuraniku ketika ku terkapar dalam kesenjangan lingkungan. Mereduksikan amarahku dalam kelabilan masa remaja. Ketika jalan terjal hidupku menemui statis. Kau memberiku wejangan-wejangan indah yang bermakna. Hingga tak pernah sekalipun kau membiarkanku terjebak dalam nestapa. Sebuah pengorbanan yang tak pernah mampu ku balas hingga akhir zaman. Selama hayat masih dikandung badan. Sepanjang masa, takkan pernah ku lupakan dirimu Ibu..
Ya Allah.. Ya Tuhanku.. Berikanlah kebahagiaan pada ibuku hingga akhir waktu. Karena aku akan membahagiakannya sebagai bukti bahwa aku cinta padanya. Setulus kasih sayangku sebagai seorang anak. Aku akan bersujud dan merebahkan lututku ditelapak kakinya. Ia pasti kecewa jika hipokritas dunia membuatku terjungkal. Oleh karena itu, aku harus bangkit dari keterpurukkan yang selama ini membelenggu. Menyusuri setiap mimpi dan harapan yang menggarisi cita-cita. Membalas kepercayaan yang telah terbangun darinya. Hingga ku dapat taklukkan gelombang pasang yang menerjang. Dan mengokohkan diri agar tak mudah hancur terbawa arus. Wahai Ibuku.. Aku berjanji untuk tidak menjadi seorang pengecut. Seperti yang kau idam-idamkan dariku. Aku juga tidak ingin seperti mereka yang keluar rumah dengan perasaan takut. Hingga membuat langkah mereka menjadi gemetar dalam gambar hari esok yang kian berwarna pekat.
Ibu, maafkanlah jika aku merasa malu mengutarakan isi hatiku ini dihadapanmu. Mencoba beranikan diri untuk merangkai makna dari tangisan jiwa disepanjang malam. Karena hanya dari coretan-coretan inilah aku mampu melukiskan besar rasa cintaku padamu. Hingga keluh kesah inilah yang akan menuntunku untuk menjadi tegar. Percayalah Ibu.. Percayalah bahwa pengharapanmu padaku takkan pernah membuatmu kecewa. Akan ku pelihara selalu senyumku agar tak menjadi palsu. Akan ku nikmati kesedihan dan berusaha menjadi tangguh. Akan ku hadapi hidup ini dengan iman dan kesabaran. Serta mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh-Nya seluas langit dan bumi. Sekali lagi.. Terimakasih Ibu.. terimakasih atas segala materi yang telah kau beri. Terimakasih atas segala petuah yang telah kau hidangkan pada diri ini. Dari ujung hati ini, izinkanlah buah hatimu untuk berikrar ikhlas tentang ungkapan rasa terimakasih.. Dari seseorang yang selalu mendoakanmu dan mengharapkan keridhoan-Nya,

4 September 2010

I miss you!

oleh Anef Cinta

anef cinta Aisyah
Aku rindu dalam kelambu membelenggu kaku
Aku raba kehampaan dengan jari jemari ku yang telah mati rasa
Langit saja kelabu, dengan kepakan kupu-kupu yang sayapnya terjal dan syahdu.
Tidak aku mendengar nada untuk harapan ku membumbung naik
Dan raga ku putih pucat terbujur gelisah, sendi-sendi pilu seperti mayat
Aku enggan menata langkah yang kemudian bersua, dia pun enggan.
Semilir angin mematahkan kemudian, aku takut.
Yang mempunyai mimpi, aku hanya ingin berkawan pada waktu.
Untuk aku melepas rindu seperti kematian di raga ku yang hidup.
Rindu membelai lembut menyelimutkan dongeng hampa
Dingin, tak ada kawan penanda dramatis untuk sekedar memeluk.
Mata kosong dan tak ada waktu melihat mata yang lain, selain dia pencuri jiwa.
Sepi, bahkan suara angin tak sedikitpun terdengar.
Katakan pada dia si pencuri jiwa, aku rindu.

Tag: ,
2 September 2010

Rindu dalam sepi

oleh Anef Cinta

anef cinta Alda
aku hanya seoang insan kecil yang tak berdaya
hanya mampu memeluk erat keindahan dalam kenangan
yang penah trjalin diantara kita..tapi kini sudah berbeda
terlarang sudah rinduku padamu..
kamu t’lah memiliki seseoang yang jauh lebih baik dariku..
mski aku terus memikirkanmu..
dalam kesendirian ku,ku coba mencari pelarian ku..
semakin qu jauh berlari.. semakin aqu teringat pada mu..
ingin qu ulangi lagi ucap kita yang pernah terucap antra kita dulu..
tapi itu tak kan mungkin.. karena kamu t’lah milik hati yang lain..
meski aqu slalu mnyayangimu,

di malam sunyi ini ku ta bs memejamkan mataku
dalam fikiranku
teringat wajahmu yang lembut
teringat dimana kita pertama kali bertemu
petemuan itu yang petama kali dan yang terakhir
malam ini pun aku mengenang hari itu
dimana aku bisa mengerti dan dimengerti
ku ta bisa melupakaan smua itu
dimalam ini aku berharap esok hari
kita akan bertemu lagi..

Saat aku terlelap dalam keletihanku
Ku pejamkan mata..
Saat ku menelusuri detak jantungku
Ku merenung..
Betapa banyak dosa-dosa
Yang menggores kehidupan
Betapa manusia mengelak
Kehidupan yang nista
Ku pejamkan mata..
Di saat ku sadar..
Bahwa hidup sangatlah singkat
Goresan kehidupan nista
Ku merenung..
Menyesali segala ketidak puasan
Menyesali perbuatan nista
Dan akan memperbaiki penyesalan

%d blogger menyukai ini: